BUNDA-MELLY GOESLOW
Kubuka album biru
Penuh debu dan usang
Ku pandangi semua gambar diri
Kecil bersih belum ternoda
Pikirkupun melayang
Dahulu penuh kasih
Teringat semua cerita orang
Tentang riwayatku
Reff:
Kata mereka diriku slalu dimanja
Kata mereka diriku slalu dtimang
Nada nada yang indah
Slalu terurai darinya
Tangisan nakal dari bibirku
Takkan jadi deritanya
Tangan halus dan suci
Tlah mengangkat diri ini
Jiwa raga dan seluruh hidup
Rela dia berikan
Back to reff
Oh bunda ada dan tiada dirimu
Kan slalu ada di dalam hatiku
Aku dilahirkan dari rahim seorang ibu yang sangat baik. Dia sosok ibu yang cantik, baik, sholeha, penuh kasih sayang dan banyak hal baik dalam dirinya. Aku sangat bersyukur karena memiliki sosok seorang ibu yang sayang sama aku. Aku lahir pada tanggal 08 Juni 1994. Aku dilahirkan dan dibesarkan di tengah keluarga yang sederhana namun sangat bahagia. Aku tak begitu ingat bagaimana pertama kali aku lahir. Tapi yang selalu aku ingat semua orang termasuk kedua orang tuaku sangat bahagia. Harapan-harapan besar terucap saat aku lahir. Harapan agar menjadi anak yang selalu berbakti kepada orang tua, menjadi anak yang pandai, sholeha dan lain sebagainya. Sungguh jika aku bisa mengingat saat pertama kali aku lahir mungkin aku akan terus menitikkan air mata.
Mungkin inilah bentuk kasih sayang orang tua yang tidak ada batasnya. Dari aku masih bayi hingga sekarang kedua orang tuaku tak hanti-hentinya menyayangiku dengan tulus dan ikhlas. Entah bagaimana aku membalas semua jasa mereka. Mungkin hanya dengan berbakti kepada merekalah dan sedikit meringankan beban mereka. Yah...walaupun terkadang aku masih sangat sering tidak patuh dan membantah perintahnya, tapi aku sungguh-sungguh menyayangi mereka, orang tuaku. Bahkan aku sangat menyayangi mereka. Di setiap doa dan sujudku kepada Allah swt tak pernah ku lupa untuk mendoakan mereka, agar mereka dapat hidup bahagia di dunia maupun di akhirat. Amin.
Aku selalu berusaha untuk membahagiakan mereka, walaupun mungkin caranya salah atau kurang tepat. Aku selalu berusaha belajar dengan rajin demi meraih semua cita-cita dan mimpi aku semata-mata hanya untuk melihat kedua orang tuaku tersenyum padaku dan bangga akan prestasiku.
Aku anak pertama dari 3 bersaudara. Aku punya 2 adik, adik yang pertama cowok dan yang kedua cewek. Keadaan ini harusnya bisa membuat aku bersikap lebih dewasa, namun nyatanya tidak demikian. Kedewasaan itu memang butuh proses yang sangat panjang dan lama. Butuh yang namanya kesabaran dan rasa tidak pernah putus asa. Proses kedewasaan yang aku alami cukup berat. Berbagai masalah muncul seiring aku belajar tentang kedewasaan. Tapi aku yakin itulah rintangan yang harus aku hadapi. Belajar menjadi dewasa tidaklah mudah bagiku. Mungkin memang sudah jalannya seperti itu, di umurku yang saat itu masih 15 tahun aku bertemu dan bahkan dekat dengan seorang cowok yang lebih tua 2 tahun dari aku. Ya..sebut saja namanya mz caem (hehehe). Aku pertama kali kenal sama dia sekitar umur 11 tahun. Pada saat itu dia pertama kali pindah di dekat rumahku. Entah bagaimana aku tiba-tiba dekat dan akrab dengan dia. Satu tahun kemudian, aku sekolah di SMP yang sama dengannya. Rasanya seneng banget. Hampir setiap hari aku berangkat bareng dia, naik sepeda ontel. Lama kelamaan, aku mulai suka malu kalau deket sama dia. Dan pada saat bulan Ramadhan itulah puncak dari semuanya. Kami berangkat sholat tarawih bareng. Di masjid ternyata masih sepi, akhirnya dia segera mengumandangkan adzan. Subhanallah, merdu sekali suaranya. Sangat menentramkan hati. Pada saat itulah aku sadar aku jatuh cinta dan dia cinta pertama aku.
Read more...